“pasar kobong”nya kota Busan
Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi korea, dalam rangka tugas kedinasan untuk bertemu dengan architecture department, engineering faculty of Pukyong university dan rekan-rekan arsitek di Busan. Banyak catatan yang menarik tentang perkembangan arsitektur dan bangunan-bangunan disana. Permasalahan umum yang dirasakan mereka adalah maraknya arsitek asing, terutama dari amerika dan eropa yang berkarya di Korea, sebagaimana diceritakan oleh para arsitek disana. Mengamati karya arsitektur, pada sesi ini saya akan mengulas tentang suatu kawasan pasar ikan yang menjadi perhatian utama saya ( kota Busan berada di tepi pantai ), yang dalam benak saya kondisinya seperti “pasar kobong” di Semarang, “Jagalchi Market” mereka menyebutnya. Suatu kawasan dengan icon sebuah bangunan pipih beratap lengkung dan berarsitektur modern.
Gambar -01
Kawasan jagalchi market di tepi pelabuhan Busan
Gambar-02
Gedung utama jagalchi market yang menjadi icon kawasan
Sebagai kawasan pasar ikan, kesan jorok dan bau sama sekali tidak terlihat disana bahkan lalatpun tidak banyak ditemukan, semuanya serba teratur dan bersih. Aktifitas terpadu dilakukan pada kawasan itu, dari sejak kedatangan ikan, ditampung, dijajakan, dibersihkan perutannya, packing, pengawetan, pengiriman dan disajikan dalam bentuk hidangan dilakukan di kawasan itu. Dari kacamata seorang arsitek, saya menganggap suatu penyelesaian disain yang menarik dan berhasil dalam menyelesaikan traffic ikan, penjual/pedagang dan pengunjung yang memadati kawasan itu, dikaitkan dengan disain struktur dan penyelesaian jaringan mekanikal elektrikal yang prima.
Konsep disain ruang luar menggunakan jalur pedestrian yang cukup lebar sehingga memberikan keleluasaan gerak pengunjung yang dipisahkan dengan area parkir dan jalan lingkungan. Pola tata hijau kawasan diselesaikan dengan sederhana sesuai dengan kebutuhan. Lantai dasar dan ruang luar difungsikan sebagai area penjualan dan pemrosesan ikan ( pembersihan, pengawetan dan pengkemasan ), lantai diatasnya digunakan untuk aktifitas pengolahan, perkantoran dan perbankan sedangkan lantai dua teratas digunakan sebagai restorant yang menyajikan menu utama ikan-ikan segar yang didasarkan dilantai bawah.
Gambar-03
Area dasaran di luar gedung tampil bersih dan tidak bau.
Gambar-04
Los dasaran dalam gedung bersih dan nyaman dengan sistim pendingin udara
Gambar-05
Suasana restoran siap saji di dua lantai teratas gedung jagalchi yang eksklusif
Kunci utama keberhasilan kawasan dan bangunan didalamnya terbebas dari kesan jorok dan bau adalah penyediaan jaringan air bersih yang melimpah. Penggelontoran dan pembersihan lantai dilakukan setiap waktu dengan debit air yang cukup besar dan didukung dengan system drainase kawasan yang memadahi. Penyediaan air yang selalu mengalir untuk konsumsi kebutuhan air di aquarium-aquarium ikan segar di setiap kios-kios dasaran tersedia sepanjang waktu. Tersedianya instalasi pengolah limbah yang cukup canggih menyempurnakan konsep ini. Khusus dalam bangunan, tersedianya jaringan pengkondisian udara berhasil menghadirkan suhu yang nyaman untuk memilih dagangan dan melakukan transaksi .
Konstruksi bangunan menggunakan system beton bertulang yang dipadukan dengan rangka baja. Dinding eksterior bangunan ditutup dengan menggunakan cladding alumunium dan kaca sebagai fungsi curtainwall.Secara keseluruhan dari disain kawasan dan bangunan Jagalchi Market ini tidak ada yang aneh, dalam arti kita sebagai arsitek sudah paham dan sering menerapkannya pada disain kita. Dengan demikian mestinya kita juga mampu untuk memberikan yang terbaik dari ilmu yang kita miliki untuk mempercantik dan memberikan icon bagi kawasan dan kota kita.





0 Tanggapan ke “catatan saku dari korea (01)”